Pengelolaan Sampah Terpadu, Solusi masalah sampah di indonesia

Permasalahan sampah di Indonesia merupakan masalah yang sudah menjadi mimpi buruk bangsa ini selama bertahun-tahun. Infrastruktur pengelolaan sampah di indonesia dinilai masih belum memadai. Sementara itu, program untuk menanggulangi masalah pengelolaan sampah ini justru dinilai masih setengah setengah.  Menurut kajian Kementrian LHK, timbulan sampah yang dihasilkan penduduk Indonesia adalah sebesar 64 juta ton / tahun atau setara dengan 92,69 kg / orang / tahun. Kondisi dilapangan bahkan sungguh sangat mencengangkan, sampah bertebaran dimana-mana, air tanah terkontaminasi lindi, air permukaan yang dipenuhi sampah, kondisi tong sampah umum yang tidak memadai, distribusi pengangkutan yang tidak layak dan TPA yang tidak berwawasan lingkungan. Walaupun begitu, saya masih sangat optimis bahwa bangsa Indonesia ini dapat berubah dan mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk membenahi sistem pengelolaan persampahannya.

Masalah utama pengelolaan sampah di Indonesia adalah paradigma sistem pengelolaan sampah kumpul- angkut-buang telah membudaya bagi masyarakat indonesia. Selain itu, Sifat masayarakat kita yang masih sangat minim kepeduliannya tentang masalah persampahan. Kenapa ini adalah tantangan terbesar? Karena tanpa adanya kesadaran masyarakat maka prinsip dasar gaya hidup ramah lingkungan seperti 3R menjadi sulit untuk diterapkan dan secanggih apapun teknologi yang diterapkan maka hasilnya juga tidak akan pernah optimal yang akhirnya anggaran dana menjadi sia-sia.

Sesuai Amanat Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, paradigma pengelolaan sampah harus dirubah dari kumpul-angkut-buang menjadi pengurangan di sumber dan daur ulang sumberdaya. Pendekatan end of pipe diganti dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Oleh karena itu di tahun 2017 ini, sudah seharusnya kita bangsa indonesia melakukan sistem Pengolahan Sampah Terpadu agar dapat menuntaskan permasalahan sampah yang telah bertahun tahun lamanya. Fasilitas pengeloaan sampah terpadu dirancang dengan tujuan untuk mengelola sampah secara ramah lingkungan serta meningkatkan nilai guna dari sampah melalui kegiatan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Berikut adalah skema panah pengelolaan sampah terpadui

Berikut adalah skema fasilitas pengelolaan sampah terpadu secara lebih mendetil.

Fasilitas Pengolahan sampah terpadu terdiri atas:

1. Digester

Digester berfungsi sebagai pengolah limbah/sampah organik sehingga outputnya akan menghasilkan lumpur probiotik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Limbah tersebut akan diproses untuk menghasilkan biogas yang dapat didesain dengan kapasitas tertentu, lumpur probiotik serta kompos padat yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

2. Komposter

Komposter berfungsi untuk mengolah limbah dapur basah / kering, limbah daun, dan seresah menjadi pupuk kompos. Produksi kompos yang dihasilkan biasanya akan lebih kecil dari jumlah sampah domestik yang dimasukan. Produk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pemupukan baik itu kebun, taman dan bahkan bisa dijual untuk industri perkebunan.

3. Pencacah Plastik

Pencacah Plastik berfungsi mencacah sampah plastik seperti botol aqua, gelas plastik, kantong plastik, bungkus plastik dan lain sebagainya. Biasanya setiap jenis plastik akan dipisahkan satu sama lain sehingga dapat menghasilkan bahan baku plastik yang terpisah yang dapat digunakan oleh berbagai industri untuk proses daur ulang.

4. Insinerator

Insinerator yang berfungsi untuk pembakaran sampah yang belum dapat didaur ulang. Pengunaan insinerator pada fasilitas ini jauh berkurang dibanding skema pengolahan sebelumnya karena mayoritas sampah yang masuk dapat didaur ulang di digester, komposter dan pencacah plastik.

Kontribusi Masyarakat agar pengelolaan sampah yang baik dapat tercipta

Perlu saya tekankan bahwa, sebaik apapun program sampah dan secanggih apapun teknologi yang digunakan, semuanya itu akan tetap sia-sia jika tidak ada kontribusi yang mendasar dari masyarakatnya untuk berubah. Ada beberapa hal penting yang harus dilakukan masyarakat guna mendukung pengolaan sampah terpadu demi terciptanya sebuah lingkungan yang bersih  antara lain:

  • Membiasakan gaya hidup 3R yaitu Reduce Reuse Recyle (Kurangi, Gunakan Kembali, Daur Ulang)
  • Memilah sampah dimulai dari lingkungan terdekat kita seperti rumah dan tempat kerja. Lakukanlah pemilahan sampah minimal sebanyak 3 jenis yaitu sampah organik, daur ulang dan B3. Pilahlah sampah dapur dan sisa makanan ke tempat sampah organik. Sampah botol, kaleng, kaca, kertas ke tempat sampah daur ulang dan sampah elektronik, baterai & lampu bekas ke tempat sampah B3.
    • Mengurangi kegiatan yang dapat menimbulkan sampah, misalnya tidak menggunakan kantong plastik
    • Membiasakan menggunakan kembali barang yang masih bernilai jual dan bernilai guna;
    • mendaur ulang sampah
  • Selalu membuang sampah pada tempatnya yang sesuai jenisnya.

Sekian artikel pengelolaan sampah terpadu dari saya, Selaku admin blog ini saya berharap semoga pengelolaan sampah terpadu ini dapat menjadi solusi masalah persampahan yang telah lama menghantui bangsa ini. Saya berharap artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Baca juga : Perbedaan Lingkungan Biotik dan Abiotik

Leave a Reply