Fakta Menarik Tentang Proses Terjadinya Pelangi

Proses terjadinya pelangi memang selalu dikaitkan dengan ilmu fisika. Jika kembali lagi ke pelajaran fisika ketika masih di bangku sekolah, maka ada sejumlah konsep fisika yang sangat kental dengan pembentukan fenomena alami ini, yaitu  pembiasan (refraksi), pemantulan (refleksi), penghamburan cahaya (dispersi) serta spektrum gelombang cahaya tampak elektromagnetik.

Proses terjadinya pelangi

Proses terjadinya pelangi dimulai dari adanya butiran-butiran air hujan yang bertebaran di atmosfer yang kemudian terkena cahaya matahari. Cahaya tersebut akan menembus tetesan air hujan di udara. Baik udara maupun tetesan air hujan memiliki kerapatan yang berbeda, sehingga ketika cahaya matahari yang merambat melalui udara bertambah banyak ke tetesan air hujan, maka akan terjadi pembiasan cahaya dan menghasilkan deretan warna yang berbeda-beda.

Spektrum atau deretan warna yang berbeda pada pelangi sebenarnya terjadi karena cahaya matahari bersifat polikromatik (terdiri dari banyak warna). Jadi warna putih pada cahaya matahari sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai cahaya dengan gelombang dan panjang yang berbeda-beda.

Credit : Wikipedia

Beberapa cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, sehingga cahaya yang keluar dari tetesan air akan menuju arah yang berbeda sesuai dengan warnanya masing-masing. Warna pelangi yang tersusun dengan warna merah pada bagian paling atas, dan warna ungu pada bagian paling bawah.

Jenis – jenis pelangi

Setelah mengetahui proses terbentuknya pelangi, tentu akan sangat menarik untuk mengetahui jenis-jenis pelangi.

  1. Circular Rainbowss. Pelangi ini bentuknya menyerupai busur dengan lingkaran yang sempurna.
  2. Classic Rainbowss. Pelangi ini terdiri dari enam warna saja yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu.
  3. Red Rainbows. Pelangi yang di dominasi spektrum ujung berwarna merah ini biasanya terlihat saat fajar atau senja ketika ketebalan atmosfer di bumi menjadi biru.
  4. Secondary Rainbows. Seperti namanya pelangi ini muncul disertai pelangi primer dengan warna yang cenderung tipis dan redup dari pelangi primer  bahkan spektrumnya juga kebalikan dari spektrum pelangi primer.
  5. Sundogs. Pelangi ini umumnya muncul di musim dingin ketika cuaca cukup cerah. Pelangi yang terbentuk karena sinar matahari melewati kristal es yang ada di atmosfer bumi ini umumnya memiliki warna merah di bagian dalam, ungu di bagian luar dan  di antaranya ada sisa spektrum yang ramai.
  6. Water Fallrainbows. Pelangi yang terjadi di sekitar air terjun ini terjadi karena kabut air terjun yang bercampur dengan aliran udara di atmosfer secara terus menerus.
  7. Fire Rainbows. Pelangi ini bisa terjadi karena awan cirrus yang bertindak sebagai prisma berada di  ketinggian 20ribu kaki dengan posisi sinar matahari yang harus menyoroti dengan sudut 58-68 derajat.
  8. Moonbows. Pelangi yang terjadi pada malam hari baru muncul setelah badai hujan reda dan cahaya bulan purnama tidak terhalang oleh awan.
  9. Fogbows. Pelangi ini cenderung jarang terlihat karena membutuhkan para parameter tertentu agar cahaya matahari dapat bersinar melewati  kabut tebal yang berada di depannya.

Fakta menarik tentang proses terjadinya pelangi

  • Ada sebuah kepercayaan di masyarakat tentang proses terbentuknya pelangi, yaitu pelangi akan muncul jika turun hujan lebat. Namun faktanya muncul atau tidaknya pelangi tidak berhubungan dengan curah hujan yang turun melainkan pada penutup awan yang menerima cahaya matahari.
  • Orang awam mengenal dan melihat pelangi dalam tujuh warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Namun, faktanya mengapa seseorang hanya bisa  melihat tujuh warna itu karena kemampuan manusia untuk menyerap warna yang terkandung dalam cahaya matahari hanya sampai tujuh warna saja.
  • Kalau kebanyakan orang hanya mengetahui hanya ada sembilan jenis pelangi. Namun, faktanya menurut para peneliti dari Pusat Penelitian Meteorologi Nasional di Perancis setidaknya ada 12 jenis pelangi. Dimana jenisnya sangat dipengaruhi oleh sudut cahaya matahari dan juga ukuran serta posisi dari tetesan air di udara juga menjadi faktor penting dalam menentukan deratan warna pelangi.
  • Orang awam hanya mengetahui kalau pelangi dapat terlihat setelah hujan turun. Namun, faktanya Anda bisa melihat pelangi bahkan ketika tidak turun hujan dan itu pun harus dilakukan dari beberapa lokasi seperti atas gedung, balon udara, pegunungan, dan air terjun.
  • Kebanyakan orang hanya mengetahui setelah hujan turun akan muncul pelangi. Namun, faktanya untuk bisa melihat pelangi ada arah mata angin yang harus Anda ikuti. Jika ingin melihat pelangi di pagi hari, maka  Anda harus menghadap ke arah barat sebab biasanya hujan angin datang dari arah barat ketika pagi hari. Sementara jika Anda ingin melihat pelangi di sore setelah turun hujan, maka coba menghadaplah ke arah timur.
  • Pelangi lebih sering muncul pada pagi hari dan sore hari. Faktanya, hal ini terjadi karena posisi matahari yang berada di ketinggian 42 derajat atau lebih tinggi di atas langit. Cahaya matahari memang membantu proses terbentuknya pelangi, tapi jika posisinya terlalu tinggi akan membuat pelangi sulit dilihat.
  • Jika Anda sangat menantikan pelangi muncul setelah hujan lebat yang panjang atau tiba-tiba ingin melihat pelangi ketika musim kemarau. Anda tidak perlu bingung sebab faktanya Anda dapat membuat pelangi buatan sendiri. Caranya dengan berdiri membelakangi matahari kemudian semprotkan air dari selang ke udara dengan menutup ujung selang agar air yang menyerupai cipratan. Semoga informasi di atas membantu Anda membuka wawasan terutama tentang proses terjadinya pelangi.

Baca Juga : mengenal apa itu hukum induksi faraday

Leave a Reply