Mitos SEO yang masih dipercayai sampai saat ini

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali tutorial Search Engine Optimation (SEO) yang beredar di internet. banyak yang betul dan tidak sedikit juga yang hanyalah sebuah mitos.  berikut empat mitos SEO yang sering di jumpai di internet.

Mitos SEO 1 : Meta Keyword sangat Berpengaruh

Pada tahun 2009  kepala webspam google, Matt Cutts, menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan sama sekali meta keyword sebagai web rank dalam algoritma search engine. Namun, google masih menggunakan meta description sebagai salah satu acuan algolitma seacrh engine mereka. untuk lebih jelasnya bisa teman lihat pada video resmi dari google webmaster dibawah.

 

Mitos SEO 2 : nofollow backling tidak berguna sama sekali

ini adalah salah satu mitos yang sangat banyak sekali beredar di internet, nofollow backlink sebenarnya juga membantu sobat dalam mengekspos brand website sobat untuk traffic improvement, selain itu nofollow link juga dapat menjadi bahan indikator akan natural linking opportunity. Yang berbahayanya adalah jika semua backlink website sobat hanya mempunyai backlink do follow saja tanpa mempunyai backlink nofollow maka sobat akan diberi red flag oleh google karena tidak lulus  dalam google diversification. menurut matt cutts, idealnya perbandingan backlink dofollow dan nofollow adalah 60 : 40.

Mitos SEO 3 : Pagerank menjadi Penentu SERP

Seperti yang kita ketahui google selalu mengupdate algoritma nya dari waktu ke waktu, pagerank bukanlah menjadi faktor utama bahwa website sobat akan mendapatkan rangking teratas, saya sudah melihat banyak sekali blog -blog teratas yang mempunyai ribuan visitor seperti cara-ririn.com, pabelog.com dan sugeng.id yang hanya memiliki pagerank 0.

Bahkan sekarang banyak SEO expert yang sudah mulai meninggalkan pagerank indicator dan beralih ke indikator lain seperti domain authority, citation flow, trust flow dan lain sebagainya.

Mitos SEO 4 : Semua Backlink harus memiliki keyword anchor text

Anchor text adalah teks dalam frasa hyperlink, seperti “klik di sini“. Di masa lalu, mengoptimalkan anchor text dengan keyword memang dapat membantu meningkatkan peringkat pencarian. Selama tahun terakhir ini, update algoritma Google sudah mulai mengurangi kekuatan akan optimasi keyword dari anchor text ini. Oleh karena sebaiknya sobat membuat membuat diversity backlink, misalkan 20 % naked url, 20 % achor text dengan nama penulis, 50 % anchor text keyword dan  10 %  archor text random seperti “klik artikel ini” karena hal tersebut lebih terlihat natural di mata search engine.

 

Leave a Reply